Pembagian Beasiswa Program Beasiswa KIDS

11 Oktober 2022

Salah satu kegiatan favorit kami di YKIP adalah saat kami membagikan perlengkapan sekolah kepada para siswa dalam Program Beasiswa KIDS.  Begitu cepatnya waktu berlalu, kini semua siswa dalam program ini sedang melanjutkan pendidikan mereka di tingkat universitas.

Tahun ini, ada sembilan anak yang masih menerima beasiswa setelah kelulusan Wawan dari Institut Seni Indonesia pada awal tahun. Dari sembilan anak, empat diantaranya adalah mahasiswa tingkat akhir, dan yang termuda baru saya menyelesaikan orientasi di Universitas Udayana.

YKIP mendistribusikan perlatan sekolah kepada mereka yang masih menempuh pendidikan di tahun pertama hingga ketiga. Untuk mereka yang ada di tingkat akhir, YKIP memberikan penggantian biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan tugas akhir. Perlatan belajar yang diberikan meliputi kertas A$, pulpen, stabilo, beserta dengan binder dan kertasnya. Kami berharap bahwa perlatan ini akan membantu mereka dalam belajarnya. Para siswa juga mendapatkan uang pembelian tas dan sepatu. bagi mereka yang berprestasi baik secara akademis maupun non-akademis, YKIP memberikan hadiah sebagai penghargaan atas usaha mereka menjadi yagn terbaik. melihat senyuman merekah di bibir mereka merupakan hal yang sangat menyenangkan, demikian juga halnya dengan mendengarkan cerita dari anak-anak ini.

Cerita Para Siswa dalam Program Beasiswa KIDS

Saat pembagian perlengkapan sekolah, para siswa membagikan banyak sekali cerita mengenai kehidupan akademik mereka. Siswa termuda bercerita mengenai kekhawatirannya menghadapi kehidupan kamup, sedangkan siswa yang lebih senior bercerita tentang perjuangan mereka untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Berikut adalah beberapa cerita yang kami terima saat kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang dapat menyelesaikan pendidikan SMA dengan nilai yang baik dan diterima di Universitas Udayana. Alawalnya saya merasa sangat khawatir mengenai kehidupan akademik di kampus yang katanya sangat berbeda dengan kehidupan di sekolah menengah. Setelah mengikuti orientasi kampus, saya pikir hal itu tidak menakutkan sama sekali. Saya siap untuk belajar di kampus dan semoga kehidupan kampus akan menyenangkan kedepannya.” Cantika

“Tugas akhir kami dalah membuat proyek kudapan dari beras merah yang hanya dapat ditemukan di daerah Jatiluwih. Memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan. Kami belajar membuat kudapan dengan resep aslinya, lalu perlu lebih banyak waktu lagi untuk dapat membuatnya dengan tepung beras merah. Tantangan yang sesungguhnya adalah untuk berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK disana, mempresentasikan kue tersebut, dan melihat apakah kue itu dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Hasilnya cukup baik dan kami berharap bahwa kudapan jenis baru ini akan menjadi satu algi makanan khas di daerah tersebut. .”- Sustapeni.

“Saya membuat permainan komputer yang bisa digunakan utnuk belajar mengenai sejarah Indonesia. Anak-anak sekarang sangat gemar dengan game komputer, dan ini kaan menjadi media pembelajaran yang bai. Game dan sejarah bisa menjadi kombinasi yang sangat baik. Saya yakin bahwa project ini akan membantu anak-anak lebih mencintai sejarah negerinya.”- Izzul.

Kami berharap yang terbaik utnuk anak-anak dalam proggram beasiswa KIDS. Kami akan terus menginformasikan mengenai perkembangan pendidikan mereka melalui website ini maupun sosial media. Sampai jumpa lagi.