Cerita Wisuda Anti

14 April 2026

Sebuah perjalanan yang diawali dengan berbagai kesulitan kemudian menjadi sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi Antiningsih, salah satu penerima Beasiswa Universitas dari YKIP dari Karangasem. Berasala dari keluarga dengna latar belakang yang sederhana di Bali Timur, Antini lulus dengan pujian dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan akuntansi dengan IPK 3,93.

Anti menerima beasiswa pertama kali pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menamatkan pendidikannya di universitas. Ia membagikan ceritanya kepada tim YKIP dan kami dengan senang hati membagikannya pada Anda.

“Saya dibesarkan di sebuah keluarga sederhana di sebuah desa pesisir di timur Bali. Orang tua saya memiliki tiga orang anak, dan mereka berjuang keras untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Amsih segar di ingatan saya pergi ke sekolah menggunakan pakaian bekas yang diberikan oleh sepupu saya. Noda kekuningan terlihat dengan sangat jelas pada seragam putih saya. Kaus kaki yang saya gunakan begitu longgarnya sehingga harus diikat dengan karet gelang. Pernah suatu ketika saya menggunakan tas kresek bening yang diikat dengan tali sebagai tas sekolah karena kami tidak bisa membeli tas baru. 

Kemudian saya mendapatkan beasiswa KEMBALI dari YKIP. Untuk pertama kalinya saya memakai seragam baru, sepatu yang layak pakai, buku tulis baru, dan alat-alat tulis yang masih layak pakai. Saya merasa aman, nyaman, dan lebih percaya diri. Ini juga memotivasi saya untuk bisa belajar dengan lebih keras. Tahun kedua setelah mendapatkan beasiswa, saya berhasil mendapatkan peringkat kedua di kelas. Kesempatan untuk belajar dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya membuat saya dapat belajar dengan tenang. Saya lulus SD dengan nilai terbaik di sekolah.”

Masa SMA

“Dengan beasiswa dari YKIP, saya melanjutkan pendidikan ke SMKN 1 Abang, sekitar tujuh kilometer jauhnya dari rumah saya. Saya memilih sekolah ini karena saya sangat tertarik pada bidang akuntansi. Sekolah ini adalah satu-satunya sekolah kejuruan yang menawarkan bidang tersebut di sekitar daerah tempat tinggal saya. 

Setelah belajar beberapa bulan, saya harus belajar dari rumah karena pandemi COVID-19. Kegiatan di sekolah dibatasi. Saya sangat bersyukur karena masih mendapatkan dukungan beasiswa di tengah masa sulit tersebut. Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak pada donatur yang telah membantu saya dalam masa-masa sulit.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, saya melanjutkan pendidikan di universitas. Awalnya saya ragu, namun keluarga saya mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan. Saya melamar di Undiknas, sebuah kampus yang memiliki program studi akuntasi yang dengan reputasi yang sangat baik di Bali. Saya juga melamar beasiswa pemerintah saat itu, namun sayangnya saya tidak lolos. Saat saya kehilangan semangat, saya menerima pesan dari YKIP bahwa saya mendapatkan dukungan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan saya di universitas. 

Selain biaya pendidikan, saya juga mendapatkan uang saku bulanan yang saya gunakan untuk menyewa sebuah kamar kos di Denpasar dengan sepupu saya. Bantuan yang diberikan kepada saya tidak hanya membantu saya, tapi juga sepupu saya yang tinggal bersama saya di Denpasar. Beasiswa ini memotivasi saya untuk belajar dengan lebih keras dan menyelesaikan pendidikan saya tepat waktu.”

Melihat ke Depan

“Beasiswa yang saya dapatkan dari kelas dua SD hingga menamatkan pendidikan di universitas merupakan sebuah hadiah yang tidak ternilai harganya. Beasiswa itu telah mengubah arah hidup saya dan memberikan dampak yang sangat berarti bagi keluarga saya. Suatu saat nanti, jika saya diberikan kesempatan, saya akan membantu  anak-anak lain yang membutuhkan, sebagaimana saya dibantu oleh orang-orang baik untuk mencapai mimpi saya.

Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk YKIP, terutama donatur saya, Ibu Lene Fischer dan keluarga yang telah memberikan dukungan yang begitu besar kepada saya. Kebaikan hati mereka telah merupakan sebuah keajaiaban yang menuntun saya untuk mencapai sesuatu yang sebelumnya terlihat sangat tidak mungkin untu digapai. Terima kasih telah melihat potensi diri saya dan membawa saya sejauh ini.

Kami sangat bangga atas pencapaian Anti dan usahanya untuk mencapai mimpinya. Jika Anda terinspirasi oleh cerita ini dan ingin membantu anak-anak mencapai mimpi untuk kuliah, jangan sungkan untuk menghubungi kami di email info@ykip.org untuk informasi lebih lanjut.